Jumat, 03 April 2015

Seminggu Ini

udah seminggu kita bener-bener putus. sedih pastilah apalagi aku yg belum sama sekali bisa ngelupain kamu. dulu kita putus cuma main-main doang dan pasti balik lagi karna gak ada hal yang diseriusin buat alesan putus tapi sekarang hal yang serius yang gatau sampe kapan aku memikirkan hal ini, gak ada habisnya.

aku bikin blog dan share apa yang aku rasain. aku terlalu banyak merepotkan teman-temanku untuk dengerin semua keluhan aku yang pasti ceritanya sama dan semua saran yang mereka kasih sebagian besar udah aku jalanin semua sebelum mereka kasih. tapi semua saran yang aku jalanin gak pernah ngerubah keadaan yang ada aku makin sedih. aku mikir kayaknya gak ada harganya gitu aku udah ngelakuin semua ini yang ada berakhir tanpa kata, tanpa tatap muka, dan tanpa alasan apapun.
apa mencintai sesakit ini? apa aku harus selalu memegang tangkai bunga mawar yang berduri tanpa aku harus elihat bunganya nan indah dan disukai hampir semua wanita?

ya, aku mengalami buah simalakama yaitu kalo aku menyerah untuk tidak berjuang lagi padanya, aku gak siap buat kehilangan orang yang begitu aku cintai dan mencintai aku selama 5thn ini, tapi kalo aku mempertahankan, sampai kapan kecuekan ini akan berakhir? dia mencintaiku dengan kecuekan yang sangat menyakitkan.

ahh.. aku cerita dan menuliskan ini lagi untuk yang keberapa kalinya. udah teralu sering aku membahas ini di diaryku dan setiap aku ulang lagi membacanya, intinya ya sama. aku ingin melewati hari-hari tanpa kamu dan tanpa memikirkan kamu. apa bisa? tiap hariku bagun di pagi hari orang yang pertama terbayangkan adalah kamu, selama 5 thn ini dan sampai detik ini. aku merasa udah sangat lelah dengan itu. dadaku sakit, aku coba buat tersenyum karena Allah udah ngasih kesempatan lagi berkali-kali untuk hidup tapi yang ada dadaku sakit lagi karena pertama kali yang kupikirkan kamu. kenapa bisa orang yang begitu aku cintai malah bikin kepalaku mau pecah memikirkannya? ini sulit sayang, sulit untuk melewatinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar